Kunyit Putih — “Rimpang langka, penawar tradisional” Nama ilmiah: Curcuma zedoaria Nama lokal: Kunyit Putih, Temu Putih Nama...
Kunyit Putih — “Rimpang langka, penawar tradisional”
Nama ilmiah: Curcuma zedoaria
Nama lokal: Kunyit Putih, Temu Putih
Nama Inggris: White Turmeric (arti harfiah: “kunyit berwarna putih”, berbeda dari kunyit biasa yang kuning cerah)
Kandungan / Manfaat:
Mengandung kurkuminoid, minyak atsiri, flavonoid, dan serat.
Bermanfaat sebagai antiinflamasi, membantu meredakan gangguan pencernaan, serta digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah daya tahan tubuh.
Lama panen: ± 8–10 bulan setelah tanam
Fakta unik:
Kunyit putih lebih jarang ditemui dibanding kunyit kuning dan temulawak.
Rimpangnya berwarna putih kekuningan dengan aroma segar mirip mangga.
Dalam tradisi jamu, kunyit putih dipercaya sebagai **penangkal racun alami**.
Meski sama-sama dari genus Curcuma, tanaman ini punya khasiat dan rasa yang berbeda dari kunyit biasa.
Temu Mangga — “Rimpang wangi, serupa aroma mangga” Nama ilmiah: Curcuma mangga Nama lokal: Temu Mangga Nama Inggris: Mango ...
Temu Mangga — “Rimpang wangi, serupa aroma mangga”
Nama ilmiah: Curcuma mangga
Nama lokal: Temu Mangga
Nama Inggris: Mango Ginger (arti harfiah: “jahe beraroma mangga”, karena rimpangnya berbau khas mirip buah mangga)
Kandungan / Manfaat:
Mengandung minyak atsiri, kurkuminoid, flavonoid, dan antioksidan.
Bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, meredakan peradangan, serta mendukung kesehatan hati.
Lama panen: ± 9–10 bulan setelah tanam
Fakta unik:
Temu mangga dinamakan demikian karena rimpangnya memiliki **aroma segar mirip mangga muda** ketika dipotong.
Dalam pengobatan tradisional, sering digunakan sebagai ramuan untuk **gangguan pencernaan dan detoksifikasi**.
Tanaman ini masih satu keluarga dengan kunyit dan temulawak, namun lebih jarang dibudidayakan.
Di beberapa daerah, temu mangga juga diolah menjadi bahan jamu segar.
Temu Ireng — “Rimpang pahit, penyehat tubuh” Nama ilmiah: Curcuma aeruginosa Nama lokal: Temu Ireng Nama Inggris: Black Tur...
Temu Ireng — “Rimpang pahit, penyehat tubuh”
Nama ilmiah: Curcuma aeruginosa
Nama lokal: Temu Ireng
Nama Inggris: Black Turmeric (arti harfiah: “kunyit hitam”, karena daging rimpangnya berwarna gelap keunguan)
Kandungan / Manfaat:
Mengandung minyak atsiri, kurkuminoid, flavonoid, serta senyawa pahit alami.
Bermanfaat untuk membersihkan darah, meningkatkan nafsu makan, membantu fungsi pencernaan, dan memperkuat daya tahan tubuh.
Lama panen: ± 9–12 bulan setelah tanam
Fakta unik:
Rimpang temu ireng punya **warna kehitaman atau keunguan** dengan rasa yang sangat pahit.
Dalam tradisi jamu, temu ireng sering digunakan untuk **anak-anak yang sulit makan** agar nafsu makannya meningkat.
Meski rasanya pahit, tanaman ini dianggap berkhasiat membersihkan tubuh dari racun.
Temu ireng berbeda dengan kunyit biasa, karena aromanya lebih tajam dan warnanya lebih gelap.
Pohon Suji — “Daun hijau alami, pewarna tradisional” Nama ilmiah: Dracaena angustifolia Nama lokal: Pohon Suji Nama Inggris:...
Pohon Suji — “Daun hijau alami, pewarna tradisional”
Nama ilmiah: Dracaena angustifolia
Nama lokal: Pohon Suji
Nama Inggris: Pleomele (arti harfiah: “tanaman hias tropis berdaun ramping”, nama umum untuk beberapa spesies Dracaena)
Kandungan / Manfaat:
Daunnya mengandung klorofil tinggi dan saponin.
Bermanfaat sebagai pewarna hijau alami pada makanan, serta dipercaya mendukung kesehatan tubuh sebagai antioksidan.
Lama panen: Daun dapat dipetik kapan saja setelah tanaman cukup rimbun (± 6–8 bulan setelah tanam).
Fakta unik:
Daun suji sering digunakan untuk memberi warna hijau alami pada **kue tradisional Nusantara** seperti klepon, dadar gulung, dan kue lapis.
Mirip pandan, tetapi suji hanya memberi warna tanpa aroma wangi.
Selain dimanfaatkan daunnya, pohon suji juga kerap ditanam sebagai **tanaman hias pagar** karena bentuk daunnya yang runcing dan indah.
Lengkuas — “Akar aromatik, penguat rasa masakan” Nama ilmiah: Alpinia galanga Nama lokal: Lengkuas, Laos Nama Inggris: Gala...
Lengkuas — “Akar aromatik, penguat rasa masakan”
Nama ilmiah: Alpinia galanga
Nama lokal: Lengkuas, Laos
Nama Inggris: Galangal (arti harfiah: “akar harum dari Asia”, dipakai untuk membedakan dengan jahe dan kunyit)
Kandungan / Manfaat:
Mengandung minyak atsiri, flavonoid, galangin, dan antioksidan.
Bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan, melancarkan pencernaan, serta sebagai antiinflamasi alami.
Lama panen: ± 10–12 bulan setelah tanam
Fakta unik:
Lengkuas sering dipakai dalam masakan Nusantara, khususnya pada **soto, opor, rendang, dan pepes**.
Berbeda dengan jahe, lengkuas punya aroma lebih segar dan tekstur lebih keras.
Di Thailand, galangal menjadi bumbu utama pada sup khas **Tom Yum**.
Jahe — “Rimpang hangat, sahabat kesehatan” Nama ilmiah: Zingiber officinale Nama lokal: Jahe Nama Inggris: Ginger (arti har...
Jahe — “Rimpang hangat, sahabat kesehatan”
Nama ilmiah: Zingiber officinale
Nama lokal: Jahe
Nama Inggris: Ginger (arti harfiah: “akar beraroma pedas”, berasal dari bahasa Sanskerta srngavera)
Kandungan / Manfaat:
Mengandung gingerol, shogaol, zingeron, minyak atsiri, serta vitamin dan mineral.
Bermanfaat untuk menghangatkan tubuh, meredakan mual, meningkatkan imunitas, serta membantu sirkulasi darah.
Lama panen: ± 8–10 bulan setelah tanam
Fakta unik:
Jahe dikenal dalam tiga varietas utama: **jahe emprit (putih kecil), jahe gajah (putih besar), dan jahe merah**.
Rimpangnya bisa diolah menjadi minuman hangat, bumbu masakan, hingga permen jahe.
Sejak ribuan tahun lalu, jahe sudah digunakan dalam pengobatan tradisional di Tiongkok dan India.
Kencur — “Rimpang kecil penuh khasiat” Nama ilmiah: Kaempferia galanga Nama lokal: Kencur Nama Inggris: Aromatic Ginger (ar...
Kencur — “Rimpang kecil penuh khasiat”
Nama ilmiah: Kaempferia galanga
Nama lokal: Kencur
Nama Inggris: Aromatic Ginger (arti harfiah: “jahe aromatik”, karena aromanya khas dan berbeda dari jahe biasa)
Kandungan / Manfaat:
Mengandung minyak atsiri, etil p-metoksisinamat, borneol, flavonoid, dan zat antioksidan.
Bermanfaat untuk meredakan batuk, meningkatkan nafsu makan, menghangatkan tubuh, serta menjaga kesehatan pencernaan.
Lama panen: ± 6–8 bulan setelah tanam
Fakta unik:
Kencur adalah bahan utama dalam **jamu beras kencur**, salah satu jamu tradisional paling populer di Indonesia.
Selain sebagai obat, kencur juga digunakan sebagai bumbu dapur, terutama pada **urap, sambal, hingga pecel**.
Meski sering dianggap mirip jahe, kencur memiliki aroma lebih tajam dan rimpang yang lebih kecil.
Kunyit — “Rimpang emas penyehat tubuh” Nama ilmiah: Curcuma longa Nama lokal: Kunyit Nama Inggris: Turmeric (arti harfiah: ...
Kunyit — “Rimpang emas penyehat tubuh”
Nama ilmiah: Curcuma longa
Nama lokal: Kunyit
Nama Inggris: Turmeric (arti harfiah: “rempah kuning”, karena warnanya yang khas kuning-oranye)
Kandungan / Manfaat:
Mengandung kurkumin, minyak atsiri, zat besi, kalium, mangan, serta antioksidan tinggi.
Bermanfaat untuk menjaga kesehatan hati, meningkatkan imunitas, meredakan peradangan, serta baik untuk pencernaan.
Lama panen: ± 8–12 bulan setelah tanam
Fakta unik:
Kunyit adalah salah satu bumbu utama dalam masakan Nusantara, memberi warna kuning alami pada **nasi kuning, opor, gulai, hingga jamu**.
Selain sebagai rempah, kunyit juga dipakai sejak lama dalam pengobatan tradisional Ayurveda dan Jamu Jawa.
Bubuk kunyit kini mendunia sebagai superfood alami.
Ubi Jalar — “Si manis penuh energi dari dalam tanah” Nama ilmiah: Ipomoea batatas Nama lokal: Ubi Jalar, Ketela Rambat Nama ...
Ubi Jalar — “Si manis penuh energi dari dalam tanah”
Nama ilmiah: Ipomoea batatas
Nama lokal: Ubi Jalar, Ketela Rambat
Nama Inggris: Sweet Potato (arti harfiah: “kentang manis”, merujuk pada rasa manis alami umbinya)
Kandungan / Manfaat:
Kaya akan karbohidrat kompleks, beta-karoten (provitamin A), vitamin C, vitamin B6, mangan, dan serat.
Membantu menjaga kesehatan mata, meningkatkan imunitas, baik untuk pencernaan, serta sebagai sumber energi yang tahan lama.
Lama panen: ± 90–120 hari setelah tanam
Fakta unik:
Ubi jalar berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, namun kini menjadi pangan populer di seluruh dunia.
Di Indonesia, ubi jalar sering diolah menjadi **ubi rebus, gorengan, kolak, hingga keripik**.
Tanaman ini tahan tumbuh di lahan marjinal dan menjadi salah satu pangan alternatif penting untuk ketahanan pangan.
Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances